proses-kredit-bank

Sejarah Kredit


June 3, 2020 | Categories: Keuangan.

Perekonomian barter telah menimbulkan berbagai kesulitan sehingga tidak mengherankan apabila manusia primitif mulai mencari cara-cara yang lebih mudah dalam melaksanakan tukar-menukar barang, misalnya dengan menggunakan barang-barang berharga yang banyak disukai masyarakat luas. Akan tetapi, untuk membawa barang-barang berharga ke sana sini adalah berbahaya. Resiko dalam perjalanan terlalu besar. Dalam suasana itu, kredit dalam bentuknya yang sangat terbatas mulai dikenal, yakni sebagai pengurang resiko tersebut apabila harus membawa uang secara fisik dan dalam jumlah besar.

Dari perkembangan sejarah dapat diketahui bahwa orang-orang Romawi telah menggunakannya secara sistematis. Penggunaan uang dalam bentuk yang kurang sistematis sebenarnya telah dikenal beberapa abad sebelum orang-orang Romawi. Dengan bertambah ramainya hubungan dagang di daerah laut tengah, lahirlah berbagai bentuk pembiayaan misalnya yang dikenal dengan “Sea Loans” di mana seorang kapitalis membiayai seorang pedagang dan sekaligus ikut serta dalam menghadapi resiko. Apabila perjalanan sukses, kreditor mendapatkan 20 hingga 30%. Namun, kalau perjalanan tidak sukses, misalnya kapal tenggelam, si kapitalis kehilangan seluruh modalnya.

Bentuk lain yang dikenal sebagai “fair letter” yakni semacam promissory notes yang dikembangkan di tempat-tempat tertentu (di dalam fair) pada abad pertengahan. Artinya semacam promissory notes yang segera akan dilunasi pada akhir pesta fair yang bersangkutan atau dapat juga dilunasi pada waktu diadakan fair yang akan datang, tergantung kepada perjanjian. Dengan demikian, hal tersebut memungkinkan para pedagang yang kekurangan cash untuk memperoleh barang-barang yang diperlukan secara kredit. Dia diberi waktu untuk menjual barang-barangnya di dalm fair tersebut, atau di tempat lain yang dijual secara kredit. Selanjutnya, penemuan benua Amerika sangat memungkinkan tumbuhnya berbagai macam usaha secara kredit, kapitalisme dan ekspansi kredit secara besar-besaran. Para businessmen mulai mengembangkan peranan kredit salah satu sumber potensi dalam memulai dan mengembangkan usahanya.

Sejalan dengan perkembangan dalam perniagaan dan penggunaan kredit sebagai alat pembiayaan, maka terlihat pula perkembangan yang sama pesatnya di bidang perbankan. Lambat laun di antara pedagang ada yang mulai mengkhususkan diri berniaga secara kredit, melayani keperluan-keperluan modal. Dengan demikian, lahirlah merchant’s bankers. Suatu ekspansi yang cepat di bidang industri dan perdagangan telah mempercepat tumbuhnya berbagai macam lembaga keuangan, yang mula-mula bersifat umum, tetapi kemudian menjurus ke arah spesialisasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita lainnya


+62-815-1121-9673